Perayaan Suro, Ini Tradisi Kuno dan Spiritualitas Jawa

Avatar Of Tim Redaksi
Perayaan Suro, Ini Tradisi Kuno Dan Spiritualitas Jawa
Perayaan Suro, Ini Tradisi Kuno dan Spiritualitas Jawa

Satujuang- Bulan Muharram dalam kalender Hijriyah menandai awal tahun baru Islam, juga dikenal sebagai Suro dalam tradisi Jawa.

Masyarakat Jawa merayakan kedatangan tahun baru ini dengan serangkaian ritual khusus yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan.

Perayaan Suro, Ini Tradisi Kuno Dan Spiritualitas Jawa

Di , , ritual dimulai dengan melarungkan kepala kerbau ke Laut Selatan Popoh.

Kepala kerbau tersebut ditempatkan di sampan bersama tumpeng nasi kuning besar yang dihias dengan bunga-bunga, kemudian diarak oleh sekelompok orang dengan pakaian seragam.

Baca Juga :  10 Tips Efektif untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anda

ini disertai dengan memohon keselamatan bagi pengunjung serta kesejahteraan bagi masyarakat, serta untuk menghindari kutukan dan kemarahan Nyi Roro Kidul.

Di Sukabumi, , ribuan pengunjung berkumpul di Pelabuhan Ratu untuk ritual mandi suci di pinggiran Samudera Beach Hotel.

Sementara itu, di , , masyarakat mengadakan ritual kungkum di Kali Garang sekitar Tugu Soeharto untuk mendapatkan berkah, rezeki yang melimpah, dan kesembuhan dari penyakit kulit.

Baca Juga :  Ingin Berbelanja Online Tanpa Merogoh Kocek Terlalu Dalam? Simak Tips Hematnya di Sini

Di , ritual memandikan benda-benda pusaka dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan juga karena diyakini memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan keselamatan dalam hidup.

Sedangkan di , Keraton Kasunanan Surakarta, ritual Kirab Kebo Bule digelar setiap malam 1 Suro.

Kirab ini melibatkan Kebo Bule Kiai Slamet yang dipercaya keramat, di mana masyarakat berusaha untuk menyentuh tubuhnya atau bahkan berebut kotorannya, sebagai bagian dari tradisi mencari berkah.

Baca Juga :  Kiat Sukses Mengatasi Tantangan dalam Pengasuhan Anak Remaja

Ritual-ritual ini tidak hanya merupakan ekspresi keagamaan dan , tetapi juga menunjukkan kekayaan warisan masyarakat Jawa yang kental dengan nilai-nilai spiritual dan kepercayaan lokal.(Red/Republika)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News