Ekbis  

Permintaan Asia Menurun, Harga Batu Bara Akhir Tahun 2023 Melemah

Avatar Of Tim Redaksi
Permintaan Asia Menurun, Harga Batu Bara Akhir Tahun 2023 Melemah Pekan Ini Harga Minyak Dan Komoditas Turun, Cpo Bertahan
Batu Bara

Satujuang- Harga batu bara mengalami pelemahan di akhir tahun 2023 karena permintaan di Asia, khususnya India dan menurun.

Dilansir dari CNBC, hal ini dikarenkan pasokan yang cukup di , sehingga harga kontrak Januari batu bara ICE Newcastle turun hampir 1% menjadi US$140 per ton pada 27 Desember 2023, dengan sedikit kenaikan sejak 14 Desember.

Permintaan Asia Menurun, Harga Batu Bara Akhir Tahun 2023 Melemah

Permintaan impor batu bara di Asia, terutama Asia Pasifik, menurun signifikan, berdampak pada lalu lintas perkapalan di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Sukses Tekan Inflasi Beras Melalui Bantuan Pangan dan Operasi Pasar

Harga batu bara dengan kalori tinggi juga turun dalam sepekan terakhir.

Di sisi pasokan, keterlambatan persetujuan kuota produksi di disebabkan oleh mendatang, menciptakan ketidakpastian di .

Para penambang berhati-hati menetapkan target produksi mereka dengan mempertimbangkan ketidakstabilan permintaan.

Stok batu bara termal di 21 pelabuhan India turun 8% per 26 Desember 2023, mencerminkan penurunan impor sebesar 3% minggu lalu.

Baca Juga :  Riset Terbaru: 1 Dari 3 Masyarakat Indonesia Akan Berbelanja Lebih Banyak Pada Ramadan 2024

Penurunan ini sejalan dengan peningkatan produksi Coal India Ltd, yang naik 9% dibandingkan dengan November 2022.

India juga mengalami penurunan impor batu bara campuran sebesar 44,28% pada November 2023, sesuai dengan komitmen untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Meskipun demikian, penggunaan energi di India meningkat 7,71% dari April hingga November 2023, dipicu oleh kondisi dan pemulihan perdagangan pasca pandemi.

Permintaan batu bara global melambat, terutama dari pembeli utama seperti yang memiliki persediaan cukup.

Baca Juga :  W20 Indonesia 2022 #2 Kota Batu Bahas Dukungan UMKM Milik Wanita

Namun, ada potensi lonjakan permintaan menjelang musim dingin. Produksi batu bara global diprediksi meningkat 1,8% pada 2023, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, yang dapat menyebabkan koreksi harga akibat limpahan pasokan.

Menurut laporan Badan Energi Internasional (IEA), , India, dan menjadi tiga produsen batu bara terbesar di dunia.

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News