Hukum  

PKN Laporkan 7 Proyek Dinas Perikanan Sidoarjo ke Polresta

Avatar Of Arief
Pkn Laporkan 7 Proyek Dinas Perikanan Sidoarjo Ke Polresta
Tim PKN Kabupaten Sidoarjo, saat mengantar laporan ke Polresta Sidoarjo

– Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) secara resmi melaporkan adanya dugaan potensi kerugian negara di lingkungan Dinas Perikanan ke Polresta pada tanggal 29 Desember 2021.

Ketua Tim PKN Kabupaten , Deni, saat mengantar laporan ke Polresta menjelaskan ke awak media, dugaan adanya tidak pidana ini berdasarkan laporan masyarakat, investigasi Tim PKN, dan hasil laporan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

Pkn Laporkan 7 Proyek Dinas Perikanan Sidoarjo Ke Polresta

Deni melanjutkan, tujuh paket pekerjaan pembangunan produksi tambak di Dinas Perikanan tahun 2019, diduga berpotensi mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 1.208.189.580,18.

Adapun tujuh Paket Proyek yang dilaporkan Deni adalah :

Pertama, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Bangoan – Berasa, Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi , dengan Nilai Harga Perkiraan Sementara (HPS) Rp 1.374.783.469,96, Pelaksana CV. DC.

Kedua, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Pucukan Desa Kedung Peluk, Kecamatan Candi, , nilai HPS Rp 824.954.220,20., Pelaksana CV. DC

Baca Juga :  Kapolsek Sukodono di Grebek Saat Pesta Sabu, Ini Penjelasan Polda Jatim

Ketiga, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Kali Banjar Panji – Kajang, Desa Banjar Panji, Kecamatan Tanggulangin, , nilai HPS Rp 1.482.687.567,08. Pelaksana CV. TPMS.

Keempat, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Brak Gedung Peluk lewat Toyo – Tambak Rungseng, Desa Gedung Peluk, Kecamatan Candi, , nilai Hps Rp 879.381.386,89. Pelaksana CV. BRI.

Kelima, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Bangoan – Kalikendil, Desa Plumbon, Kecamatan Porong, , nilai HPS Rp 1.099.718.782,33. Pelaksana CV. MU.

Keenam, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Kali Gladak, Desa Pucukan, Desa Gebang, Kecamatan Candi, , nilai HPS Rp 605.217.582,47. Pelaksana CV. TAU.

Ketujuh, Pekerjaan Pembangunan Produksi Tambak Sawoan – Kepetingan, Desa Sawoan Kecamatan Buduran, , nilai HPS Rp 1.921.275.033,44. Pelaksana CV. JU.

Baca Juga :  Gerak Cepat, Polsek Singkep Barat Berhasil Tangkap Pelaku Curanmor

Ketua PKN ini menerangkan, dari hasil investigasi Tim PKN, disinyalir ada pengurangan volume pekerjaan di lapangan, yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan pada kontrak. Bahkan ada keterlambatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan.

“Jelas ini ada indikasi pengurangan volume yang berpotensi merugikan keuangan negara. Kita sebagai Tim PKN di melakukan investigasi di lapangan dan melaporkan,” kata Deni kepada awak media.

Deni membeberkan, PKN melaporkan dugaan kerugian negara tersebut karena PKN sebagai fungsi kontrol publik untuk mengantisipasi terjadinya sesuai Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan sesuai Peraturan Nomor 43 Tahun 2018 tentang peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kita, Tim PKN, jelas tupoksinya bagian dari pengawasan, kontrol terkait dengan kebijakan dan penggunaan agar dananya tepat sasaran dan peruntukannya. Sesuai dengan arahan Ketua Umum, dan sesuai dengan slogan PKN itu sendiri Cari, Temukan dan Laporkan,” tegas Deni.

Baca Juga :  Puluhan Mahasiswa Sambangi KPK Desak Tangkap Ketua DPRD Dompu

Selain itu, Tim PKN juga melayangkan surat permohonan untuk meminta informasi kepada PPID Utama Kabupaten , terkait salinan dokumen kontrak beberapa kegiatan  penggunaan di Dinas Perikanan Sodoarjo untuk Tahun 2019-2020.

“Dengan sudah masuknya laporan kita secara resmi ke Polresta , kita tunggu proses lebih lanjut dan percayakan semuanya ke APH. Pastinya kita tetap koordinasi dengan APH dan kita tetap satu komando berdasarkan instruksi dan perintah dari Ketua Umum PKN Pusat Bapak Patar Sihotang SH.MH,” tandas Deni. (arjun)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News