Hukum  

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Home Industry Narkotika Jenis Tablet PCC

Avatar Of Wared
Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Home Industry Narkotika Jenis Tablet Pcc
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Hengki

Satujuang- Polda Jaya berhasil mengungkap kasus home industry jenis tablet Paracetamol, Caffein, dan Carisprodol (PCC) yang diproduksi di sebuah rumah daerah Kampung Legok Rati Desa Tajur RT 002/003 Kelurahan Tajur, Citeureup, Bogor.

Direktur Reserse Polda Jaya, Kombes Hengki mengatakan, dalam pengungkapan kasus tersebut sebanyak 2,5 juta tablet berhasil disita.

Polda Metro Jaya Berhasil Ungkap Kasus Home Industry Narkotika Jenis Tablet Pcc

jenis PCC berjumlah 1.215.000 tablet, hxymer warna kuning 1.024.000 tablet dan tablet warna putih jumlah 210.000 tablet,” ujar Kombes Hengki di Mapolda Jaya, Selasa (21/5/24).

Baca Juga :  Lakukan Kejahatan C3, 2 Pelaku Berhasil Diburu Polisi

Dari pengungkapan, ujar Hengki, ditangkap seorang lelaki berinisial MH (43) yang merupakan seorang karyawan industri tersebut.

Saat diperiksa, MH mengaku sebagai supir mobil APV yang mengambil bahan baku dan mengirim tablet PCC maupun obat tanpa ijin edar dari BPOM RI.

“Tersangka MH ditangkap di parkiran ruko depan di daerah Raya Bekasi 39 Cakung Barat, Cakung, Timur,” ujarnya.

Baca Juga :  Nekat Gelar Balap Liar Saat Ramadhan, Ratusan Motor Disita Polda Jateng

Hengki menyebutkan, tersangka MH melakukan semua pengiriman kepada calon reseller setelah diperintahkan oleh seorang berinisial S yang kini menjadi DPO.

Dari tangan MH pun disita satu unit timbangan, satu unit alat press, empat unit mesin aduk, delapan drum berisi serbuk putih diduga berisi carisoprodol.

“Tong itu kalau dibuka baunya langsung menyebar dan kemungkinan kita akan terpapar jenis tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  21 Unit Sepeda Motor dari Koperasi Penerima Dana Samisake Berhasil Diamankan Kejari

Atas pengungkapan tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Dan Pasal 435 Juncto Pasal 138 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2023 Tentang , dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara. (Ardy)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News