Serapan DBHCHT Diskumperindag Kabupaten Semarang 100 Persen

Avatar Of Arief
Serapan Dbhcht Diskumperindag Kabupaten Semarang 100 Persen
Moh. Abdur Rozaq, Sub Koordinator Pengembangan Usaha Mikro dan Perindustrian Diskumperindag Kabupaten Semarang saat memberikan keterangan di kantor Diskumperindag Kabupaten Semarang

Kabupaten – Dari beberapa OPD Kabupaten , Diskumperindag Kabupaten mendapat alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2022 paling kecil dibandingkan OPD lainnya, yaitu sebesar Rp 150 juta.

Adapun realisasi penggunaan tersebut disampaikan oleh Moh. Abdur Rozaq, Sub Koordinator Pengembangan Usaha Mikro dan Perindustrian Diskumperindag Kabupaten .

Serapan Dbhcht Diskumperindag Kabupaten Semarang 100 Persen

Ia menjelaskan DBHCHT digunakan untuk kegiatan peningkatan kapasitas SDM (sumber daya manusia) melalui kegiatan pelatihan bagi para petani tembakau dan pelaku usaha tembakau di Kabupaten .

“Kita mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan yang dikemas semacam AMT (achievement motivation training) dengan mengubah pola pikir para petani tembakau agar tidak stagnan dalam pengembangannya,” ujar Rozaq saat ditemui awak media di kantornya, Selasa (13/12/22) siang.

Baca Juga :  Kapolri Sematkan Bintang Bhayangkara Pratama Ke Pati TNI, Polri & ASN

Dari rencana kegiatan uji kelayakan kawasan industri hasil tembakau yang tidak dapat dilaksanakan di wilayah Kabupaten , pihaknya mengalihkan kegiatan dengan memberikan pelatihan kepada petani tembakau.

“Kita mau mengadakan kegiatan itu, ternyata di Kabupaten tidak ada pelanggaran cukai, sehingga dari Bea Cukai tidak mengijinkan untuk dibuat kegiatan sebagai kawasan industri tembakau. Akhirnya dialihkan dengan kegiatan peningkatan kapasitas bagi para petani tembakau,” terang Rozaq.

Dari 150 juta, dijelaskan Rozaq, penggunaannya telah selesai 100 persen dengan mengadakan dua kali kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 25 petani tembakau pada tahap pertama. Dan 30 orang petani tembakau pada tahap dua.

Baca Juga :  Satlantas Polrestabes Semarang Gelar Vaksinasi dan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Adapun petani tembakau yang ada di Kabupaten antara lain berada di Sumowono, Getasan dan Bandungan.

Di tahun 2023 Diskumperindag Kabupaten diperkirakan masih mendapat guliran DBHCHT berkisar 150 juta.

Dari tersebut dikatakan Rozaq, mengikuti amanat Kemendagri diperuntukkan untuk dan pendataan pelaku cukai yang mempunyai alat linting di Kabupaten .

“Rencananya kegiatan yang akan datang kita datangkan narasumber dari Bea Cukai Kota untuk memberikan pemahaman terkait alat linting harus di daftarkan dan di sertifikasi, jadi tidak sembarangan,” tuturnya.

Baca Juga :  Muda Mudi Antusias Karaoke Singing Competition Jadi Meriah

Ditambahkan Rozaq, sesuai arahan Bupati , para petani tembakau khususnya yang mempunyai usaha linting agar dapat mengembangkan usahanya sesuai aturan yang ada tentang cukai dan cukai tembakau sehingga Kabupaten bebas pelanggaran Cukai ilegal.

“Harapan Diskumperindag Kabupaten , mewadahi para pelaku tembakau ini dalam satu klaster yang kegiatannya diawasi oleh Bea Cukai, sehingga hasil dari produk linting yang merupakan sumber daya petani tembakau Kabupaten siap dipasarkan dengan pita cukai secara resmi,” harap Rozaq. (red/hdi).

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News