Tak Pernah Ngantor, Warga Desa Krasak Tuntut Kaur Pemerintahan Dipecat

Avatar Of Arief
Tak Pernah Ngantor, Warga Desa Krasak Tuntut Kaur Pemerintahan Dipecat
Camat Brebes, Asif Afuzan pimpin audiensi warga terkait kasus perangkat desa yang tak pernah terlihat ngantor.

 – Protes keras puluhan warga Desa Krasak, Kecamatan , yang menuntut di berhentikannya salah satu perangkat desa yang diduga mangkir dalam menjalankan tugasnya.

Terkait hal ini Kepala Desa (Kades) Krasak, Darsono menjembatani para warga dengan menggelar  di Aula Desa Krasak, Senin (30/5/22) sore.

Tak Pernah Ngantor, Warga Desa Krasak Tuntut Kaur Pemerintahan Dipecat

Dalam  ini hadir juga Camat  Asif Afuzan, perwakilan Inspektorat Ahmad Sodikin, perwakilan Polsek  dan personil Koramil.

Dalam tuntutannya warga meminta Camat Asif Afuzan untuk secepatnya memecat  Pemerintahan Desa, Tedy Supriyadi dan Kepala Dusun (Kadun) Nur Cahya yang tidak pernah terlihat ngantor semenjak Januari 2022.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Pojok Tingkatkan Kapasitas Keuangan Desa melalui Kegiatan Peningkatan SDM

Perwakilan Dinas Inspektorat, Ahmad Sodikin dalam  mengatakan, akan segera menindaklanjuti laporan warga terkait dua orang perangkat Desa Krasak yang diduga tidak pernah ngantor itu.

Sodikin mengatakan kepada warga bahwa aspirasinya sudah diakomodir oleh Kades, terkait Kadun Nur Cahya, hari ini telah diberhentikan sementara.

Dan untuk mas Tedy, saya minta pak camat mengajukan surat permohonan pemeriksaan terhadap saudara Tedy kepada inspektorat,” jelas Sodikin dalam .

Sementara itu, Camat  Asif Afuzan menanggapi akan segera menyiapkan surat permohonan pemeriksaan terhadap Tedy Supriyadi.

Secepatnya akan kami buat surat permohonan pemeriksaan terhadap Tedy Supriyadi sekaligus rekomendasi agar segera bisa diambil tindakan, ujar Asif meyakinkan warganya.

Baca Juga :  Semarak HUT RI Kelurahan Kanigoro Blitar Ditutup Dengan Pagelaran Wayang Kulit

Asif meminta kepada inspektorat sesibuk apapun untuk secepatnya memproses Desa Krasak dan secara khusus memeriksa  Pemerintahan Tedy Supriyadi.

Ditempat sama, Beny, salah satu peserta  menyampaikan ketidaksetujuan adanya penundaan pemecatan terhadap Tedy.

Ia meminta saat itu juga camat membuatkan surat rekomendasi pemecatan terhadap Tedy atau Ia akan tetap menggelar demo di Desa Krasak jika tidak segera direalisasikan.

“Hari ini masih ada waktu 10 jam pak, cukup untuk bikin surat permohonan pemeriksaan, jadi sebelum jam 10 besok pagi, Inspektorat sudah memeriksa, tandas Beni.

Baca Juga :  Hanya Dihadiri 9 Kades, Pemilihan Ketua APDESI Kaur Dipertanyakan

Beni melanjutkan, kalau Inspektorat bisa memeriksa dan memberhentikan Tedy dalam sisa waktu ini, pihaknya akan membatalkan aksi demo.

Atau berbarengan juga gak apa-apa, Inspektorat memeriksa, demo tetap berjalan didepan. Oke sepakat!” kata Beny disahut audien lainnya dengan kata sepakat.

Menanggapi usulan Beny, Inspektorat mengatakan tidak bisa secepat itu, pemeriksaan terhadap kasus Tedy Supriyadi bisa membutuhkan waktu 2 – 3 hari.

kami sudah punya agenda lain sebelumnya, tidak mungkin Inspektorat membatalkan kegiatan yang sudah terjadwal sebelumnya, pungkas Sodikin perwakilan Inspektorat. (ags)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News