Hukum  

Tanpa Perizinan Lengkap, Tambang Milik Edy Anwar Seperti Kebal Hukum

Avatar Of Wared
Diduga Ilegal, Ipr Edy Anwar Tetap Berjalan, Mabes Polri Diminta Bertindak
Aktifitas Penambangan di IPR Edy Anwar Yang Berhasil Difoto Masyarakat Setempat

Satujuang- Polemik penambangan pasir laut tak berizin hingga kini masih jadi polemik di Kabupaten , Provinsi .

Salah satunya Ijin Penambangan Rakyat (IPR) yang diduga kuat tidak mengantongi perizinan sesuai undang-undang pertambangan yakni milik Edy Anwar yang berlokasi di sekitaran perairan kecamatan Meral, kelurahan Sunge Pasir.

Tanpa Perizinan Lengkap, Tambang Milik Edy Anwar Seperti Kebal Hukum

Meskipun Dinas ESDM Provinsi Kepri telah menyatakan IPR Edy Anwar tidak melengkapi perizinan, nyatanya, hingga saat ini mereka masih melakukan penambangan.

“Kami memang sudah mengeluarkan surat untuk penghentian aktivitas tambang pasir laut IPR Edy Anwar,” ujar Kabid Pertambangan ESDM Kepri, Ade Fahmi melalui Analis Kebijakan Bidang Pertambangan ESDM Kepri, Reza Muzzamil Jufri beberapa waktu lalu kepada para krue media.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Rumah Adat Kejari Jeneponto Tetapkan 4 Tersangka

IPR milik Edy Anwar tersebut diduga tidak memiliki Kepala Teknik Tambang (KTT) serta tidak mengantongi dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

“IPR Edy Anwar belum memiliki KTT dan PKKPRL, serta Dokumen lingkungan masih disusun di Dinas LHK Provinsi,” ujarnya.

Mirisnya, meskipun tidak mengantongi izin resmi, Tambang tersebut masih terus berproduksi dan mengirim pasir ke daratan. Hal inipun disorot Pegiat Anti di Kepri, M Hafis (42).

Baca Juga :  Lupa Matikan Kompor Gas, Rumah Karyawan Pamor Ganda Kebakaran

Hafis mengatakan jika tambang IPR tidak mengantongi ijin lengkap, maka mekanisme pembayaran retribusi atau daerah juga diduga kuat dimanipulasi.

“Kalau perizinannya tak lengkap, lantas hak daerah melalui atau retribusi itu disetor kemana?, lalu siapa yang menerbitkan clearance untuk berlayar kapal pengangkut pasir ke daratan?, ini kan jadinya tersistematis jika dibiarkan tetap berjalan,” ujarnya dibilangan Meral, Kamis (25/4/24).

Ia menduga, ada sindikat mafia tambang yang mencoba melindungi para pelaku tambang pasir ilegal di . Dan potensi kerugian negara dari sektor dan Daerah dipastikan dapat terjadi.

Baca Juga :  Bantu Anak Ambil Kopi, Motor Kesayangan Digondol Pencuri

“Yang jadi pertanyaan kita, siapa Edy Anwar ini hingga sanggup mengkondisikan bukti laporan retribusi Daerah, dan terbitnya clearance kapal?, ada beberapa lembaga negara yang semestinya terlibat dalam hal ini. Lantas, kemana penegak kita?, sampai kapan negara ini mempertontonkan praktik mafia tambang?” Paparnya.

Hingga saat ini, tidak satupun lembaga penegak di provinsi Kepri berani mengambil langkah atas kegiatan tambang pasir diduga ilegal milik Edy Anwar. (Esp/M.r)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News