Terkait Kasus Korupsi Tata Niaga Timah, Kejagung Periksa Adik Sandra Dewi 

Avatar Of Tim Redaksi
Survei Lsi, Kejaksaan Agung Raih Tingkat Kepercayaan Publik Tertinggi Terkait Kasus Korupsi Tata Niaga Timah, Kejagung Periksa Adik Sandra Dewi  Kejaksaan Agung Minta Kasus Vina Cirebon Dapat Perhatian Khusus Jpu Kejagung Dan Polri Bantah Isu Ketidaksempurnaan Koordinasi Dengan Kpk
Kejaksaan Agung RI

Satujuang- Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa adik artis Sandra Dewi, Kartika Dewi, sebagai saksi dalam kasus dugaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah periode 2015-2022.

Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan pada Jumat (31/5/24).

Terkait Kasus Korupsi Tata Niaga Timah, Kejagung Periksa Adik Sandra Dewi 

“Diperiksa terkait dengan penyidikan perkara dugaan tindak pidana dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022 atas nama Tersangka TN alias AN dkk,” kata Ketut.

Baca Juga :  Ganti Rugi Lahan Tol Semarang-Demak Belum Tuntas

Selain Kartika Dewi, penyidik Jampidsus Kejagung juga memeriksa suaminya, RS, sebagai saksi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam kasus tersebut.

Penyidik juga kembali mengambil keterangan dari tersangka BN, mantan Plt Kadin ESDM Babel periode 2019.

Peran Sandra Dewi dan Suaminya, Harvey Moeis

Artis Sandra Dewi telah dua kali diperiksa oleh Kejagung setelah suaminya, Harvey Moeis, dijerat sebagai tersangka dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp 300 triliun.

Baca Juga :  Terkait Desakan Revisi UU Peradilan Militer, Ini Respon Wapres

Pemeriksaan terakhir Sandra terkait perjanjian pranikahnya dengan Harvey Moeis, guna memastikan bahwa perjanjian tersebut tidak dibuat untuk menutupi tindak yang sedang diperiksa.

Asisten pribadi Sandra, RP, juga telah diperiksa untuk mendalami penghasilan majikannya.

Harvey Moeis diduga berperan dalam menghubungi Direktur PT Timah saat itu, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani, untuk melobi kegiatan pertambangan ilegal di IUP PT Timah oleh perusahaan lain.

Baca Juga :  Adakan Pelatihan Jurnalistik, KAHMI Harap Lahirkan Insan Jurnalis Masa Depan

Harvey juga menghubungi beberapa smelter, yakni PT SIP, CV VIP, PT SPS, dan PT TIN, untuk ikut serta dalam kegiatan pertambangan ilegal tersebut dan meminta sebagian keuntungan diberikan kepadanya.

Atas perbuatannya, Harvey Moeis dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Red/kumparan)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News