Terkesan Disembunyikan KPU, Berikut 12 Caleg Mantan Terpidana Korupsi yang Dihimpun ICW

Avatar Of Tim Redaksi
Terkesan Disembunyikan Kpu, Berikut 12 Caleg Mantan Terpidana Korupsi Yang Dihimpun Icw
Surat Pemilihan Umum

– Indonesian Corruption Watch (ICW) menemukan 12 calon potensial untuk pemilihan legislatif 2024 dalam Daftar Calon Sementara (DCS).

Daftar ini diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum () pada 19 Agustus 2023 lalu.

Terkesan Disembunyikan Kpu, Berikut 12 Caleg Mantan Terpidana Korupsi Yang Dihimpun Icw

ICW meyakini bahwa dengan sengaja menyembunyikan informasi mengenai calon mantan koruptor ini dengan tidak mengumumkan secara publik status mereka.

“Ketidakhadiran pengumuman mengenai vonis korupsi dalam DCS ini tanpa diragukan lagi akan menghambat partisipasi publik dalam memberikan masukan dan tanggapan terhadap calon dengan sebaik-baiknya,” ungkap ICW, Jumat (25/8/23).

ICW khawatir bahwa jika para mantan narapidana korupsi ini berhasil lolos dan masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT), probabilitas masyarakat memilih calon yang bersih dan berintegritas akan turun secara signifikan.

Baca Juga :  Penyuluhan Narkoba Bagi Penyandang Disabilitas

Namun, survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset Kompas menunjukkan bahwa 90,9 persen responden tidak setuju dengan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon dalam pemilihan.

ICW berpendapat bahwa ketidakberanian untuk mengungkapkan informasi mengenai calon mantan koruptor ini semakin menambah kontroversi sejak awal penyelenggaraan tahapan .

Berikut 12 caleg mantan terpidana kasus korupsi yang dihimpun ICW:

1. Abdillah, , Dapil I (Korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyelewengan dana APBD)

2. Abdullah Puteh, , Dapil II (Korupsi pembelian 2 unit helikopter saat menjadi gubernur )

3. Susno Duadji, PKB, Dapil II
(Korupsi pengamanan Pilkada JawaBarat 2009 dan korupsi penanganan PT Salmah Arowana Lestari)

Baca Juga :  Diduga Ada Mafia Tambang di Minahasa Tenggara, PT BLJ Lapor ke Bareskrim Polri

4. Nurdin Halid, , Dapil II
(Korupsi distribusi Bulog)

5. Rahudman Harahap, , Dapil I
(Korupsi dana tunjangan aparat Desa Tapanuli Selatan saat menjadi Sekda Tapanuli Selatan)

6. Al Amin Nasution, PDI-P, Dapil VII
(Menerima dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Azirwan untuk memuluskan proses alih fungsi lindung di Kabupaten Bintan)

7. Rokhmin Dahuri, PDI-P, Dapil VIII
(Korupsi dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan)

8. Patrice Rio Capella, Caleg DPD- 10
(Menerima gratifikasi dalam proses penanganan perkara daerah, tunggakan dana bagi hasil,dan penyertaan modal sejumlah BUMD di Sumut oleh Kejaksaan)

Baca Juga :  Diancam Akan DIbunuh, Effendi Simbolon Hubungi Kasad Tapi Tak Direspon

9. Dody Rondonuwu, Caleg DPD
(Korupsi dana asuransi 25 orang anggota DPRD Kota Bontang periode 2000-2004 (saat itu Dody masih menjadi anggota DPRD Kota Bontang)

10. Emir Moeis, Caleg DPD
(Kasus proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tarahan, Lampung, tahun 2004)

11. Irman Gusman, Caleg DPD
(Kasus dalam impor oleh Perum Bulog)

12. Cinde Laras Yulianto, Caleg DPD
(Korupsi dana purnatugas Rp.3 miliar).(CNN)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News