Tips Mengamankan Infrastruktur Data, Pelajaran dari Serangan Ransomware PDNS 2

Avatar Of Tim Redaksi
Data Bin Diduga Bocor, Ini Pengakuan Hacker Tips Mengamankan Infrastruktur Data, Pelajaran Dari Serangan Ransomware Pdns 2 Investigasi Serangan Ransomware Terhadap Pdn, Ada Dugaan Peran 'Orang Dalam' ?
Ilustrasi Hacker

Satujuang- Serangan ransomware Brain Cipher mengakibatkan kekacauan di Pusat Data Sementara 2 (PDNS 2), , .

Dimana lebih dari 280 institusi terpaksa menghentikan kegiatan mereka karena terdampak langsung.

Tips Mengamankan Infrastruktur Data, Pelajaran Dari Serangan Ransomware Pdns 2

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian dan Informatika (Kemenkominfo) mengidentifikasi bahwa hanya sebagian kecil dari data PDNS 2 yang telah di-backup di PDNS , bertentangan dengan regulasi yang mengharuskan backup secara berkala.

Baca Juga :  Listrik PLN Belum Juga Masuk Desa Bukit Mulya, Padahal Dekat Kota

Ketidakmampuan dalam penanganan ini dibandingkan dengan negara lain sebagian besar disebabkan oleh kurangnya backup data yang memadai.

Informasi terkait kejadian ini baru diungkapkan secara publik setelah lebih dari seminggu insiden, menimbulkan kekhawatiran akan ketidaksiapan dalam menghadapi ancaman serangan siber di infrastruktur krusial.

Pada tanggal 2 Juli 2024, kelompok Brain Cipher mengklaim tanggung jawab atas serangan tersebut dan menjanjikan untuk memberikan kunci dekripsi secara cuma-cuma pada tanggal yang ditentukan.

Baca Juga :  Salat Idulfitri 1444 H, Ratusan Warga Rejosari Bantur Padati Masjid Jami’ Darussalam

Namun, klaim ini tidak menyertakan informasi spesifik mengenai tanggal dan waktu kunci akan tersedia, menimbulkan kebingungan terkait kemungkinan pemulihan data yang tertunda hingga bertahun-tahun.

Dalam upaya pencegahan ke depan, pakar keamanan siber menyarankan agar dilakukan simulasi phising secara teratur kepada seluruh staf yang memiliki akses ke sistem.

Baca Juga :  Gunakan Lafal 'Allah' Pada Kaus Kaki, Toko di Malaysia Dilempari Bom Molotov

Serta menerapkan kebijakan penggunaan multi-factor authentication (MFA) dan penggantian password secara berkala untuk memperkuat keamanan sistem.

Menteri Koordinator Bidang dan Keamanan (Menko Polhukam) juga menekankan pentingnya pengawasan dan pengelolaan yang ketat terhadap PDNS 2 agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.(Red/antara)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News