Hukum  

Transaksi Lahan PT Al Fath Syariah Indonesia di Gowa Diduga Ilegal

Avatar Of Arief
Transaksi Lahan Pt Al Fath Syariah Indonesia Di Gowa Diduga Ilegal
Foto Ilustrasi

– Ahli waris di Bollanggi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten melaporkan PT Al Fath Syariah ke Polda Sulsel.

Laporan tersebut atas dugaan terjadinya pemalsuan surat dan penggunaan surat palsu Akta Jual Beli (AJB) nomor:165/2009 dan 166/2009.

Transaksi Lahan Pt Al Fath Syariah Indonesia Di Gowa Diduga Ilegal

Sehingga transaksi antara pemilik lahan almarhum Baharuddin Daeng Sila Bin Mugga dengan Rusdin Nawi pada tahun 2009 diduga ilegal.

Dimana antara almarhum Baharuddin Daeng Sila Bin Mugga dengan Rusdin Nawi tidak memiliki hubungan dan tidak pernah menjual tersebut kepada siapapun.

“Sudah kami laporkan ke Polda Sulsel pada hari Minggu (12/2/23) dan tinggal menunggu panggilan untuk pemeriksaan ahli waris dan saksi-saksi,” kata Asywar selaku kuasa ahli waris, Senin (13/2).

Asywar mengatakan, yang dilaporkan ahli waris ke Polda adalah Edy Yusuf Daeng Ngemba.

Baca Juga :  Tidak Punya Izin, Dua Penambang Ilegal Ditangkap Polisi

Ia diduga memalsukan dan menggunakan surat palsu AJB atas milik Ahli Waris almarhum Baharuddin Daeng Sila Bin Mugga.

Dimana tersebut telah terjadi 3 kali transaksi tanpa sepengetahuan ahli Waris dan diketahui transaksi terakhir dilakukan oleh PT Al Fath Syariah .

“Padahal tersebut hanya di gadaikan Almarhum Baharuddin Daeng Sila Bin Mugga kepada Edy Yusuf Daeng Ngemba, tapi muncul AJB antara almarhum dengan Rusdin Nawi,” jelas Asywar.

Ironisnya, AJB yang diduga palsu tersebut menjadi alas hak untuk melakukan transaksi selanjutnya dan diketahui sudah 3 kali berpindah tangan sampai kepada PT Al Fath Syariah .

“AJB nomor:165/2009 dan 166/2009 tersebut diduga kuat mengandung keterangan palsu, karena  persetujuan dari istri almarhum tidak diketahui siapa yang menandatangani dan tanda tangan Almarhum Baharuddin Daeng Sila Bin Mugga di AJB itu tidak sesuai dengan tanda tangan aslinya” papar Asywar.

Baca Juga :  5 Warga Tertangkap Tangan Sedang Main Judi Kartu

Ia mengatakan, Edy Yusuf Daeng Ngemba dilaporkan sesuai Pasal 263 ayat (1) KUHP yang berbunyi barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

“Selain itu, kami melaporkan juga sesuai Pasal 266 KUHP, (1) Barangsiapa menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam sesuatu akte autentik tentang sesuatu kejadian yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akte itu, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan akte itu seolah-olah keterangannya itu cocok dengan hal sebenarnya, maka kalau dalam mempergunakannya itu dapat mendatangkan kerugian, dihukum penjara selama-lamanya tujuh tahun.

Baca Juga :  Satpas Polrestabes Makassar Beri Layanan Prima Pada Masyarakat

(2) Dengan hukuman serupa itu juga dihukum barangsiapa dengan sengaja menggunakan akte itu seolah-olah isinya cocok dengan hal yang sebenarnya jika pemakaian surat itu dapat mendatangkan kerugian,” tutup Asywar.

Awak media kemudian menghubungi pihak PT Al Fath Syariah melalui kuasa hukumnya Andi Ardiansyah, namun belum ada klarifikasi.

Sedangkan Edy Yusuf Daeng Ngemba selaku terlapor sampai berita ini terbit belum berhasil dikonfirmasi. (red/sattu)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News