UGM Ciptakan Buah Melon Sebesar Apel

Avatar Of Arief
Ugm Ciptakan Buah Melon Sebesar Apel
Ukuran Buah Melon Sebesar Apel

Yogjakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil mengembangkan melon dengan ukuran sebuah apel. Selain kecil, melon ini juga lebih kaya nutrisi.

Penemu melon apel tersebut ialah Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof Budi Setiadi Daryono.

Budi mengatakan, melon ini memenuhi harapan penikmat buah yang ingin secara leluasa memakan buah melon saat bepergian.

“Kelebihannya selain berukuran kecil, mudah dibawa ke mana-mana dan bisa dimakan sekaligus habis sehingga tidak usah disimpan di kulkas,” kata Budi, Selasa (10/1/23).

Melon apel itu mempunya bobot hanya berat 250 gram. Budi memberi nama varietas itu dengan nama “baby melon hikapel.”

Budi menceritakan bahwa ide memperkecil ukuran melon bermula dari mendengar keluhan ibu-ibu rumah tangga terkait ukuran melon yang besar dan berat sehingga tidak praktis saat dibawa bepergian.

Demikian pula saat berbelanja di supermarket, menurut dia, tidak sedikit yang merasa terbebani kala membeli buah berukuran besar seperti melon dan semangka.

Keluhan itu ia dengar dirinya ketika tengah menawarkan produk hasil risetnya pada 2011 yaitu Melodi Gama 1, 2, dan 3 serta melon GMB dan Tacapa yang dirakit dari tahun 2008-2010.

“Mereka merasa tidak efisien, ribet, tidak mudah dibawa, misalnya saat mereka ingin ‘tour’ ke mana gitu, katanya susah bawa melon karena besar,” ujarnya.

Berangkat dari keluhan itu, Budi yang merasa memiliki ilmu genetika kemudian kembali melakukan riset dengan merakit kultivar melon baru.

Akhirnya pada 2012, bersamaan dengan lahirnya putra bungsunya yaitu Fadhil Hikari Setiadi yang biasa dipanggil Hika, lahirlah buah melon “Hikadi Apel” yang buahnya menyerupai apel dengan ukuran sebesar genggaman tangan atau kurang dari 1 kilogram.

Hikapel yang dikembangkan dari hasil riset pendanaan RISPRO KPDP Kemenkeu tahun 2015-2017 itu kemudian sering disebut “handy melon” atau melon yang sebesar genggaman tangan.

Lebih manis: Belum puas, ia melanjutkan proyek inovasinya dengan membuat melon lebih kecil lagi hingga seukuran buah apel pada umumnya dengan bobot hanya 250 gram per buah yang selanjutnya disebut “baby melon hikapel”.

“Ukuran buahnya mini, karakteristiknya sama dengan melon Hikapel. Namun, dari segi rasa baby melon Hikapel memiliki tingkat kemanisan yang tinggi dan aroma wangi yang khas,” katanya.

Baby melon hikapel memiliki permukaan kulit buah halus dan mulus seperti buah apel, berbeda dengan buah melon pada umumnya yang mempunyai permukaan kulit kasar.

Lebih dari itu, ia juga mengklaim baby melon hikapel kaya nutrisi yakni mengandung senyawa beta karoten, vitamin C, dan beberapa mineral.

“Beta karaton paling tinggi di atas 563 mikrogram per 100 gram buah dan masa tanam satu pohon 55 sampai 60 hari,” katanya.

Selama kurang lebih 25 tahun terakhir fokus meneliti melon, Budi dan tim telah menghasilkan inovasi sebanyak 17 produk dengan 16 di antaranya dapat dikonsumsi.

Sementara satu produk lainnya tidak dapat dikonsumsi yakni “gama melon parfum” yang dimanfaatkan khusus untuk industri kosmetik seperti bahan baku parfum, sampo, dan lainnya.

Melon-melon hasil riset tersebut telah dibudidayakan di sejumlah tempat di Yogyakarta yaitu Madurejo, Kalasan dan Panggang. (red)