YLKI Desak Cepat Terapkan Cukai Minuman Berpemanis Demi Kesehatan Anak

Avatar Of Tim Redaksi
Ylki Desak Cepat Terapkan Cukai Minuman Berpemanis Demi Kesehatan Anak
YLKI Desak Cepat Terapkan Cukai Minuman Berpemanis Demi Kesehatan Anak

Satujuang- Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) mengecam keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang menunda penerapan cukai terhadap minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) dan plastik hingga tahun 2025.

Menurut YLKI, penundaan ini tidak mempertimbangkan urgensi masalah masyarakat , Senin (17/6/24).

Ylki Desak Cepat Terapkan Cukai Minuman Berpemanis Demi Kesehatan Anak

YLKI mengutip data terbaru dari Survei 2023 yang menunjukkan lonjakan prevalensi diabetes pada usia di atas 15 tahun, mencapai 11%, meningkat dari sebelumnya 10,9%.

Baca Juga :  1000 Sopir Truk Unjuk Rasa, Tuntut Peraturan ODOL Direvisi

Organisasi ini menekankan bahwa -, yang merupakan generasi masa depan , terpapar risiko tinggi akibat konsumsi MBDK yang tinggi.

Berdasarkan survei internal YLKI di 10 kota di , 25,9% di bawah 17 tahun mengonsumsi MBDK setiap hari, sementara 31,6% mengonsumsinya 2-6 kali dalam seminggu.

YLKI menyatakan bahwa penundaan kebijakan cukai ini berarti risiko - akan terus meningkat tanpa intervensi yang tepat dari .

Baca Juga :  Mudik Bawa Kendaraan? Berikut Pengaturan Penyeberangan Kapal Saat Lebaran 2024

Dalam konteks ini, YLKI menyerukan untuk segera mengimplementasikan kebijakan cukai terhadap MBDK, tanpa menunggu hingga tahun 2025.

Mereka menegaskan bahwa generasi muda tidak bisa ditunda lagi, mengingat prevalensi diabetes dan obesitas pada - yang semakin mengkhawatirkan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, sebelumnya menyatakan kemungkinan penundaan implementasi kebijakan ini hingga tahun 2025, dengan alasan penyesuaian kondisi lapangan.

Baca Juga :  STOP PERS Wartawan Satujuang Wilayah Kota Mataram

Namun, YLKI menilai bahwa kebijakan ini harus diterapkan lebih cepat demi melindungi masyarakat, khususnya - yang rentan terhadap dampak buruk dari konsumsi minuman berpemanis.(Red/idntimes)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News