Opini  

Kenakalan Remaja: Penyebab Anak Dibawah Umur Melakukan Aksi Kejahatan 

Avatar Of Tim Redaksi
Kenakalan Remaja: Penyebab Anak Dibawah Umur Melakukan Aksi Kejahatan 
Ilustrasi

Oleh: Yusnita Alfalah Setia

 

Kenakalan Remaja: Penyebab Anak Dibawah Umur Melakukan Aksi Kejahatan 

Kenakalan remaja adalah perilaku yang tidak patut dicontohkan dan seringkali merugikan diri sendiri atau orang lain.

Permasalahan

Dalam beberapa kasus, kenakalan remaja dapat berkembang menjadi tindakan kejahatan. di bawah umur yang melakukan kekerasan seringkali memiliki latar belakang yang rumit dan sulit.

Penyebab utama di bawah umur melakukan tindakan kejahatan adalah faktor lingkungan dan keluarga. Keluarga yang tidak stabil, kurangnya pengawasan dari orang tua, dan ketidakmampuan orang tua dalam memberikan kasih sayang dan perhatian yang memadai dapat menjadi faktor pemicu perilaku buruk pada .

Selain faktor keluarga, pengaruh lingkungan dan teman sebaya juga dapat mempengaruhi perilaku di bawah umur. - yang terlibat dalam kelompok yang merangsang perilaku negatif atau terlibat dalam aktivitas berbahaya cenderung lebih mungkin terlibat dalam tindakan kejahatan.

Menurut data dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan , pada tahun 2021, terdapat 5.758 di bawah umur yang melakukan kekerasan di Indonesia.

Baca Juga :  Pedagang Tahu Bulat Garap Anak Dibawah Umur Diatas Mobil Dagangannya

Dari jumlah tersebut, 73,6 persen adalah laki-laki dan 26,4 persen adalah . Mayoritas kasus melibatkan kekerasan fisik (47,7 persen), diikuti dengan kekerasan seksual (19,7 persen) dan kekerasan psikologis (18,4 persen).

Selain itu, menurut survei dari Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan ), sekitar 26,8 persen dari total di Indonesia mengalami kekerasan fisik dan 11,3 persen mengalami kekerasan seksual. Kekerasan fisik dan seksual terhadap - dapat meningkatkan risiko perilaku buruk, termasuk perilaku kejahatan di kemudian hari.

Pembahasan

Untuk mencegah tindakan kejahatan oleh di bawah umur, perlu adanya peran aktif dari keluarga, masyarakat, dan . Orang tua perlu memberikan perhatian dan kasih sayang yang memadai pada , serta memberikan pengawasan yang ketat terhadap aktivitas mereka.

Selain itu, masyarakat dan pemerintah perlu melakukan kampanye untuk mencegah kekerasan terhadap , serta menyediakan akses terhadap dan pelatihan keterampilan untuk - yang terlibat dalam aktivitas berbahaya.

Baca Juga :  Membuka Diskusi tentang Eksistensi Politikus Muda: Apa yang Mereka Tawarkan?

Dalam hal ini, pembentukan dan pengembangan karakter juga perlu dilakukan dengan cara yang baik dan benar.

Hal ini termasuk memberikan tentang nilai-nilai moral, etika, dan perilaku yang baik, serta memberikan pemahaman tentang konsekuensi dari tindakan buruk. Semua upaya ini diharapkan dapat mengurangi angka kejahatan oleh di bawah umur dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi mereka.

Selain itu, perlu ada upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial dan yang seringkali menjadi pemicu perilaku buruk pada anak.

Dalam beberapa kasus, anak di bawah umur terpaksa terlibat dalam tindakan kejahatan karena mereka membutuhkan uang atau benda-benda yang sulit mereka dapatkan dengan cara legal.

Oleh karena itu, pemerintah perlu menyediakan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan yang baik, akses ke layanan kesehatan, dan lapangan kerja yang layak.

Selain itu, juga perlu dilakukan peningkatan dalam sistem peradilan anak, sehingga anak yang melakukan tindakan kejahatan mendapatkan dan rehabilitasi yang tepat, bukan dipenjara bersama dengan orang dewasa.

Baca Juga :  Miris, Banyak Anak Terlibat Pidana, Wakapolda Jateng: Rendahnya Pemahaman Hukum

Penutup

Penting untuk diingat bahwa anak di bawah umur yang melakukan tindakan kejahatan bukanlah monster yang harus dikucilkan dari masyarakat. Mereka adalah individu yang membutuhkan bimbingan, dukungan, dan perawatan untuk memperbaiki perilaku mereka.

Orang tua, masyarakat, dan pemerintah perlu bersatu untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak tersebut, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam rangka untuk mengatasi masalah kenakalan remaja, juga perlu ada kerjasama antara berbagai pihak, seperti keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Semua pihak perlu berkomitmen untuk memberikan yang baik dan mendukung perkembangan anak, serta melakukan pencegahan terhadap kekerasan dan tindakan kejahatan yang dapat mempengaruhi perilaku anak.

 

Penulis adalah seorang Redaktur di media Satujuang.com

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News