Bahasa Daerah Adalah Identitas dan Kebanggan Bangsa, Meri Sasdi: Mari Kita Jaga

Avatar Of Qisti Nadifa
Kepala Dpk Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasd
Kepala DPK Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasd

Satujuang- Bahasa merupakan hasil olah sebagai bentuk antarmanusia, bahasa daerah juga sekaligus merupakan sebuah identitas dan kebanggaan Bangsa.

“Kita tidak boleh meninggalkan bahasa daerah, karena Bahasa daerah adalah identitas dan kebanggaan bangsa, serta akar dari jati diri kita,” kata Kepala (DPK) Meri Sasdi, Selasa (12/3/24).

Menurutnya ada kecenderungan penurunan minat masyarakat terhadap penggunaan bahasa daerah saat ini, yang terutama terlihat di kalangan generasi muda.

Baca Juga :  Tinjau Jembatan Sebilo, Rohidin : Semangat Terus Bangun Bengkulu !

Selain itu, pemahaman dan penggunaan bahasa daerah oleh masyarakat sudah menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

 Ilustrasi Bahasa Daerah, Sumber : Fin.co.id
Ilustrasi Bahasa Daerah, Sumber : Fin.co.id

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam pelestarian bahasa daerah, karena mereka adalah pewaris dan penentu masa depan bahasa daerah,” ujarnya

Meri Sasdi mengajak semua lapisan masyarakat, terutama kaum muda, untuk berpartisipasi dalam berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan mempertahankan bahasa daerah.

Baca Juga :  Ungkapan Terima Kasih Dari Masyarakat Kepada Gubernur Rohidin

Dengan kerja sama dan komitmen bersama, diharapkan bahasa daerah tidak hanya bertahan.

“Tetapi juga terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman,” paparnya.

 Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Bengkulu

Seperti diketahui, pelestarian bahasa daerah juga berperan dalam membangun identitas yang inklusif.

sebagai bangsa yang memiliki berbagai suku, agama dan , memiliki peluang untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dengan menghormati dan menghargai keberagaman.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Dukung Revitalisasi Bahasa Daerah

Bahasa daerah merupakan simbol penting dari identitas atau daerah tertentu.

“Dengan mempertahankan bahasa daerah, artinya kita melestarikan keragaman bahasa dan mencegah proses yang mengurangi kekayaan dan kreativitas manusia,” tutupnya.(Qiss/Adv)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News