Ekbis  

Cuaca Ekstrem El Nino, Petani Kian Menjerit

Avatar Of Tim Redaksi
Cuaca Ekstrem El Nino, Petani Kian Menjerit
Petani sedang membawa padi

Satujuang.com ekstrem telah menjadi momok bagi petani karena lahan mengalami kekeringan yang parah.

Akibatnya, produksi pun menurun drastis yang membuat petani merasa terpukul dengan kondisi ini.

Cuaca Ekstrem El Nino, Petani Kian Menjerit

Petani di wilayah Kabupaten sedang sibuk membersihkan gabah hasil panen terbaru mereka, Rabu (6/9/23).

Baca Juga :  Bermodal 2 Juta, TraveLearn Akan Ajak Keliling Dunia

Soni salah seorang petani padi menyatakan mereka harus menghadapi kenyataan pahit bahwa harga di wilayah ini mengalami kenaikan drastis.

Dari harga sebelumnya sebesar Rp.8.500 per kilogram, harga kini mencapai Rp.11.500 per kilogram.

Kenaikan ini disebabkan oleh banyaknya lahan yang mengalami kekeringan akibat ekstrem .

Tidak hanya itu, kekeringan juga berdampak pada kualitas gabah yang dipanen yang mana kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan musim panen sebelumnya.

Baca Juga :  Paripurna DPRD Seluma Penyampaian Nota Pengantar Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020

Hal ini tentu saja mempengaruhi harga di pasaran. Permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas membuat harga melonjak tajam.

Harga bahan pokok yang semakin tinggi membuat biaya produksi mereka meningkat. Selain itu, petani juga harus bersaing dengan impor yang lebih murah di pasaran.

Baca Juga :  Oknum Dewan Mukomuko Diduga Monopoli Proyek

Mereka berharap dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif untuk mengatasi masalah ini dan melindungi keberlangsungan mata pencaharian mereka.

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News