Hukum  

Kerusakan Lokasi Wisata Kota Tuo Makin Parah, Retakan Menjalar Sudah Bermunculan

Avatar Of Wared
Kerusakan Lokasi Wisata Kota Tuo Makin Parah, Retakan Menjalar Sudah Bermunculan
Kondisi bangunan wista Kota Tuo di Kota Bengkulu yang semakin parah kerusakannya

Satujuang- Retakan menjalar sudah bermunculan dibeberapa bagian dari bangunan Kota Tuo yang ambruk awal tahun 2023 lalu, Senin (4/12/23).

Hingga saat ini, sejak Maret 2023 lalu perkara ambruknya Kota Tuo ini belum tuntas diproses di Polresta .

Pantauan langsung pewarta dilokasi, retakan pada bangunan tersebut sudah menjalar hingga kearah Kualo. Bahkan setapak yang ada tampak sudah miring.

Antara tembok bangunan dan tangga mulai muncul rongga yang memisahkan, begitupun antara tangga dengan lantai dasar tampak sudah mulai ada pegeseran yang terlihat secara kasat mata.

Lokasi hasil kerja Pemkot yang ambruk dan tak berkesudahaan proses hukumnya ini menjadi pertanyaan berbagai pihak, banyak pihak yang mempertanyakan bagaimana endingnya.

Perkara ini bahkan sempat masuk dalam 14 tuntutan yang diorasikan Front Pembela Rakyat () dalam aksi di depan kantor pada Selasa (21/11) lalu.

“Mendesak pihak Kejaksaan untuk mengambil alih perkara ambruknya tempat Kota Tuo milik Pemkot ,” bunyi point ke 12 dari 14 tuntutan yang diorasikan pihak saat itu.

Perkara Kota Tuo ini memang sudah jadi perhatian pihak , sejak dimulainya proses pembangunan tempat yang menyerap daerah bermiliar-miliar rupiah tersebut.

Sebelum ambruk, saat proses pembangunan kata Rustam awal tahun 2023 lalu, memang sudah nampak beberapa keanehan. Sehingga tidak mengherankan jika akhirnya terjadi kerusakan parah pada bangunan tersebut.

“Pemasangan sheet pile diduga tidak dapat bertahan sesuai yang diharapkan. Sebab, kondisi tiang pancang tersebut kalau tidak salah lihat sedikit miring ke arah sungai ,” kata Ketua Umum Rustam Efendi SH, pada Januari 2023 silam.

Informasi terhimpun, ada pihak yang meragukan ukuran panjang sheet pile yang digunakan pihak kontraktor yang diduga tidak sesuai spesifikasi seharusnya.

Sekarang, dampak dari kerusakan tersebut nyaris semua sarana yang ada ditempat yang diresmikan pada November 2022 tersebut rusak parah dan membahayakan keselamatan pengunjung.

Entah butuh berapa lama pihak Polresta untuk menuntaskan perkara ini, hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak Polresta. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *