Kritik Korupsi dan Pelanggaran HAM, Pria Arab Saudi Dihukum Mati

Avatar Of Tim Redaksi
Kritik Korupsi Dan Pelanggaran Ham, Pria Arab Saudi Dihukum Mati
ilustrasi

Mekah– Arab Saudi telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap seorang pria bernama Mohammed Al-Ghamdi.

Ia dinyatakan bersalah karena mengkritik dugaan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di media .

Kritik Korupsi Dan Pelanggaran Ham, Pria Arab Saudi Dihukum Mati

Laporan dari Human Rights Watch (HRW) mengungkapkan bahwa Pengadilan Khusus memutuskan hukuman mati bagi Mohammed pada 10 Juli 2023.

Vonis ini didasarkan pada sejumlah kicauan di Twitter, kini X, dan aktivitasnya di YouTube.

Baca Juga :  SPT Kepala Disdikpora Brebes Lebih Sakti Dibanding SK Bupati

Unggahan-unggahan Mohammed mencakup kritik terhadap rezim Saudi yang saat ini dipimpin secara de facto oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Salah satu kritikannya menyoroti dugaan praktik dalam pemerintahan. Selain itu, Mohammed juga mendukung para “tahanan hati nurani” seperti ulama terkenal Salman al-Awda dan Awad al-Qarni.

Salman dan Awad adalah beberapa ulama yang ditahan oleh Saudi karena khotbah mereka mengandung kritik terhadap .

Mohammed adalah seorang mantan , dan menurut HRW, dia ditangkap secara paksa di rumahnya di Al-Nouriyyah, Mekah, di depan keluarganya pada 11 Juni 2022.

Baca Juga :  Rugikan Negara Rp 451,6 Miliar, Kasus Jual Beli BBM Non Tunai Naik Penyidikan

Meskipun beberapa kerabatnya menyatakan bahwa Mohammed tidak melihat dirinya sebagai aktivis atau HAM, ia hanya menganggap kritikannya sebagai ungkapan keprihatinan seorang warga sipil terhadap tindakan Saudi.

Selain itu, ada laporan bahwa Mohammed mengalami masalah mental. Namun, pihak berwenang Saudi disebut enggan memberikan obat-obatan yang diperlukan selama penahanannya di penjara. Saat ini, kondisi Mohammed semakin memburuk.

Baca Juga :  Segel Kantor Kejati Bengkulu, FPR : Jangan Cuma Pencitraan Selesaikan Kasus Korupsi

Permohonan telah diajukan agar semua orang yang memiliki kemampuan membantu membebaskan Mohammed dari ketidakadilan dan keputusan yang tidak adil.

Hal ini disampaikan oleh Saeed dalam kicauannya di X, seperti yang dilaporkan oleh The Middle East Monitor.(cnn)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News