Mitos dan Fakta Paru-paru Basah, Kunci Pencegahan dan Deteksi Dini

Avatar Of Yusnita
Mitos Dan Fakta Paru-Paru Basah, Kunci Pencegahan Dan Deteksi Dini
Ilustrasi

Satujuang- Dr. Ermono Superaya Sp. BTKV, seorang spesialis bedah toraks kardiak dan vaskular dari RSUP Fatmawati , menegaskan beberapa seputar paru-paru basah.

Menurutnya, paru-paru basah tidak disebabkan oleh kebiasaan tidur di lantai atau penggunaan kipas angin menghadap badan secara langsung.

Baca Juga :  Memanfaatkan Berkah Bulan Syawal, Ini Lima Ibadah yang Dianjurkan

“Paru-paru basah terjadi karena infeksi pada paru-paru atau penyakit jantung yang menyebabkan akumulasi cairan di paru-paru,” ungkap Dr. Ermono.

Dr. Ermono menekankan bahwa penggunaan kipas angin yang kotor dan berdebu dapat meningkatkan risiko infeksi paru-paru.

Debu yang terhirup selama tidur dengan kipas angin menyala dapat menyebabkan infeksi dan peradangan paru-paru, yang mengakibatkan paru-paru menjadi berair.

Baca Juga :  Ternyata Ini Cara Mudah Hilangkan Lendir Tenggorokan saat Flu

“Penyakit jantung atau infeksi dapat menyebabkan paru-paru terendam air secara terus menerus,” imbuhnya.

Oleh karena itu, penting untuk rutin memeriksakan kondisi jantung dan paru-paru guna mendeteksi kemungkinan terkena paru-paru basah atau infeksi lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjalani pola hidup sehat, termasuk berolahraga, menggunakan masker, serta menghindari paparan debu dan asap guna mencegah penyakit paru-paru.(NT/antara)