Opini  

Pantaskah Orang Lembak Pimpin Bengkulu?

Avatar Of Wared
Pantaskah Orang Lembak Pimpin Bengkulu?
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024 Sudah Semakin Medekat

Oleh: Rahmad Satujuang

“Kalu ade wang awak ngape harus wang lain, kalu bukan kini kebile lagi”

Pantaskah Orang Lembak Pimpin Bengkulu?

Begitulah contoh bahasa Suku Lembak yang merupakan salah satu suku tertua yang populasinya tersebar diberbagai wilayah baik kabupaten maupun kota yang ada di Provinsi .

Berdasarkan sejarah perjuangan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, sangat banyak lahir tokoh-tokoh perjuangan dari suku ini, yang turun langsung dalam usaha mengusir para penjajah dari tanah .

Tokoh pejuang Suku Lembak yang paling fenomenal dikenal adalah sosok Raden Burniat yang ikut serta dalam penyerangan ke Benteng Marlborough, namanya bahkan diabadikan sebagai nama salah satu jalan di kota .

Namun nampaknya, sejarah besar Suku Lembak dan tokoh-tokoh hebat yang telah muncul selama ini. Belum mampu mengantarkan 1 orang pun sosok pribumi asli yang bisa menduduki posisi pemimpin tertinggi di Kota baik menjadi Walikota ataupun sekedar menjadi Wakil Walikota , belum ada sejarahnya Orang Lembak menduduki jabatan itu.

Apakah ini menandakan bahwa Suku Lembak tidak akan pernah mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin tertinggi di kota tempat kelahirannya sendiri? Atau apakah selama ini Suku Lembak hanya dianggap sebagai masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk memimpin, sehingga hanya pantas dipimpin orang lain yang bahkan bukan pribumi asli ?

Baca Juga :  Urgensi Budaya Dialog

Kenyataan ini dipandang oleh beberapa pihak sebagai kondisi yang menyedihkan, memberikan kesan kepada publik bahwa tidak ada persatuan dan kesatuan yang tercipta ditengah-tengah Suku Lembak .

Padahal itu salah, persatuan itu masih ada. Hanya saja, persatuan mereka hanya sebatas komunitas-komunitas kecil saja.

Mereka belum sepenuhnya sadar, bahwa keberadaan sosok pemimpin daerah yang lahir dari keturunan etnis sendiri adalah langkah konkrit agar bisa menjaga eksistensi dan keberadaan suku mereka, sebagai langkah tepat untuk menjaga keberadaan adat istiadat serta seni budaya asli Suku Lembak dari kejamnya perkembangan zaman.

Mereka belum menyadari bahwa bagi seorang pimpinan, kepentingan suku asal adalah kepentingan yang paling utama diatas kepentingan suku lain.

Contoh terdekat untuk di adalah Kabupaten , meskipun awalnya identitas terkesan kurang bagus. Namun pada faktanya, saat ini kebudayaan asli dari kabupaten tumbuh kembali semenjak dipimpin oleh keturunan asli dari suku mereka sendiri.

Baca Juga :  Parpol Pede Saja, Soal Capres Jangan Bergantung pada Jokowi

Demikian juga dengan Kabupaten Rejang , , Selatan, Kaur dan daerah lain yang ada di luar Provinsi , sudah membuktikan bahwa pemimpin dari etnis pribumi adalah langkah tepat dalam menjaga keberlangsungan adat dan istiadat serta seni budaya asli mereka.

Karena pada dasarnya, setiap individu akan mengutamakan apa yang menjadi identitasnya sendiri diatas identitas milik orang lain. Merupakan salah satu kebutuhan pokok lahiriyah sebagai ciri diri untuk pembeda dirinya dengan orang lain karena lahir dari asal yang berbeda.

Berkaca dari daerah lain, akankah ditahun ini, muncul sosok tokoh dari Suku Lembak yang akan diusung maju sebagai calon Walikota atau Wakil Walikota ? Atau kembali hanya menjadi penonton saja dan ikhlas dipimpin oleh etnis lain? Semua itu tergantung pada pilihan mereka sendiri.

Jika mereka mau, hal itu bisa saja terjadi. Karena banyak tokoh-tokoh dari etnis yang berbeda justru sangat mendukung adanya sosok dari Suku Lembak untuk maju menjadi pemimpin di . Dukungan ini menunjukkan bahwa, selama ini Suku Lembak sangat terbuka kepada etnis-etnis pendatang, sehingga mereka merasa nyaman dan menganggap sudah saatnya keturunan Suku Lembak dimunculkan demi kemajuan Kota .

Baca Juga :  Pendidikan Pluralisme

Ditambah lagi Suku Lembak merupakan suku pribumi asli dengan populasi yang tinggi di . Berdasarkan beberapa survey, jumlah populasi Orang Lembak di saat ini mencapai 30 persen lebih dari populasi total penduduk kota.

Selain itu, sudah banyak tokoh-tokoh intelektual yang lahir dari suku pribumi asli ini. Salah satu contohnya ditahun 2019 kemarin, 7 orang anggota DPRD berhasil diduduki oleh para keturunan asli Suku Lembak Bengkulu.

Bukan sekedar anggota, 7 orang tersebut bahkan menduduki jabatan penting di lembaga legislatif itu. Dipuncak jabatan yaitu jabatan ketua DPRD periode 2019-2024, berhasil diduduki oleh Suprianto yang merupakan keturunan Suku Lembak Bengkulu asli.

Apakah semua itu belum cukup untuk jadi cambuk penyemangat agar Suku Lembak Bengkulu berani unjuk gigi?

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News