Pemilihan Presiden Semakin Dekat, Ini Janji Para Capres

Avatar Of Tim Redaksi
Pemilihan Presiden Semakin Dekat, Ini Janji Para Capres Proses Penghitungan Suara Pilpres 2024, Apa Itu Kemenangan Satu Putaran?
Surat suara

Satujuang– Dekatnya pemilihan yang akan digelar pada bulan Februari 2024 di semakin terasa.

Tiga calon , yaitu , Ganjar Pranowo, dan , telah mengungkapkan beberapa program kerja mereka.

Pemilihan Presiden Semakin Dekat, Ini Janji Para Capres

Namun, hingga saat ini belum ada respon positif terhadap janji-janji kampanye yang mereka sampaikan.

Menurut Bima Yudhistira, Direktur Center of Economics and Law Studies, janji Ganjar Pranowo, calon dari Partai Perjuangan (), untuk menaikkan guru menjadi Rp.30 juta adalah mustahil dilaksanakan.

Bima menyebutnya sebagai hal yang absurd dan hanya mimpi di siang bolong. Ganjar telah menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru dalam sebuah program bincang-bincang di YouTube, merasa prihatin dengan guru yang pas-pasan.

Baca Juga :  Arifin,S.Sos : Aspirasi Masyarakat Adalah Tanggung Jawab Pemimpin

Bima berpendapat bahwa Pendapatan dan Belanja Negara () tidak akan mampu membiayai guru sebesar Rp.30 juta.

Menurutnya, lebih masuk akal jika Ganjar menjanjikan peningkatan kesejahteraan guru dengan menaikkan secara bertahap setiap tahun.

Bima juga menyoroti kesenjangan antara guru dan guru honorer yang perlu diperbaiki di sektor pendidikan. Dia menegaskan agar kebijakan yang diambil tidak hanya untuk popularitas saat .

Pendapat Bima didukung oleh Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

Tauhid mengatakan bahwa akan terbebani jika Ganjar ingin menggaji guru sebesar Rp.30 juta. Dengan jumlah guru mencapai 3,37 juta orang.

Baca Juga :  Jelang 2024, Partai Golkar PPP dan PAN Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu

Diperkirakan negara harus mengeluarkan biaya sebesar Rp.101 triliun setiap bulan untuk membayar guru.

Tidak hanya Ganjar, Tauhid juga memberikan komentarnya mengenai janji-janji kampanye dari , calon dari Partai .

Prabowo menyatakan akan melanjutkan program pro rakyat seperti Program Harapan, kartu sembako, dan lain sebagainya.

Namun, Tauhid berpendapat bahwa janji-janji Prabowo tersebut hanya solusi jangka pendek.

Menurutnya, Prabowo seharusnya lebih fokus pada pembukaan lapangan kerja yang lebih luas untuk membantu orang miskin mendapatkan pekerjaan.

Bima Yudhistira juga menilai Prabowo masih harus menjelaskan secara detail program kerjanya yang diklaim pro rakyat seperti .

Dia menekankan bahwa Prabowo dan timnya harus menjelaskan sumber biaya untuk melaksanakan kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Besok PPP Umumkan Capres dan Cawapres Yang Akan Diusung Pada Pilpres 2024

Jika tidak, hal ini dapat menjadi blunder karena pengusaha akan khawatir mereka akan dinaikkan.

Sementara itu, terkait dengan Anies Baswedan, calon dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Bima berpendapat bahwa Anies belum memaparkan dengan jelas program kerja yang ingin dijalankannya.

Meskipun Anies banyak mengkritik kebijakan , Bima belum melihat solusi yang ditawarkan oleh Anies untuk memperbaiki pemerataan pembangunan di era .

Bima menekankan bahwa kritik itu wajar, tetapi yang kurang adalah bagaimana solusi yang ditawarkan, rekomendasi apa yang diberikan, dan program aksi apa yang diusulkan oleh Anies.(cnbc)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News