Saling Pukul Meja, UIN Bengkulu Dan Warga Sama-Sama Miliki Sertifikat

Avatar Of Wared
Saling Pukul Meja, Uin Bengkulu Dan Warga Sama-Sama Miliki Sertifikat
Pondok Warga Dilahan Sengketa UIN Bengkulu Dengan Warga

Satujuang.com – Konflik kepemilikan lahan kampus yang berada didalam komplek ex.STQ semakin memanas.

Saat perwakilan dari kampus menemui warga yang menduduki lahan tersebut, sempat terjadi keributan dan saling pukul meja, Kamis (19/8/21).

Saling Pukul Meja, Uin Bengkulu Dan Warga Sama-Sama Miliki Sertifikat

Aksi tersebut sempat direkam oleh salah seorang warga yang menduduki lahan.

Saling Pukul Meja, Uin Bengkulu Dan Warga Sama-Sama Miliki Sertifikat
Keributan Dan Aksi Saling Pukul Meja Antara Perwakilan Dengan Warga

Dalam video dengan durasi 2.50 menit itu, terjadi keributan dan aksi saling pukul meja antar kedua belah pihak.

Baca Juga :  KKN Tahun ini Mahasiswa UIN FAS Akan Dites Baca Al-Quran

Kedua belah pihak saling ngotot menyatakan berhak dan memiliki atas tersebut.

“Waktu itu perwakilan dari UIN minta membuka pagar kawat yang kita pasang,” ujar Minharsi'i, Jum'at (20/8).

Walau pun sempat dibongkar sebentar, namun pagar kawat yang membentang menghadang menuju komplek kampus tersebut dipasang kembali oleh warga tersebut.

Minharsi'i mengatakan bahwa, mereka mempunyai hak atas tersebut dengan dasar Hak Milik (SHM).

Baca Juga :  Polsek Sindang Kelingi Razia Senpi dan Sajam

“Kita punya sertifikatnya, SHM No 5 tahun 2012 atas nama Fatimah dengan luas 18.653 meter persegi,” sambungnya.

Anehnya, pihak juga memiliki surat atas tersebut.

Minharsi'i menjelaskan, dirinya tidak mengerti bagaimana bisa terjadi ada didalam atas yang ada disana.

Dirinya juga menyatakan, belum ada ganti rugi oleh pihak STAIN (sekarang ) kepada warga.

Baca Juga :  Ketua Terpilih sebagai Kepala Desa, SMSI Kaur Segera Bentuk Pengurus Baru

“Belum ada uang ganti rugi,” tegasnya.

Saat dihubungi, perwakilan kampus dalam video tersebut, Tarmizi Gumay,S.H., melalui pesan .

Dirinya mengatakan bahwa telah melayangkan surat somasi kepada warga tersebut.

“Sudah kita kirim surat somasi kepada mereka,” sampainya singkat. (red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News