Bantah Kualitas Udara Bengkulu Buruk, Gubernur : Coba Cek Alatnya

Avatar Of Arief
Bantah Kualitas Udara Bengkulu Buruk, Gubernur : Coba Cek Alatnya
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah

– Hasil pemeriksaan Air Quality Index (AQI) yang menyebutkan bahwa berada di peringkat lima dengan kualitas wilayah di memprihatinkan.

Diketahui, AQI menetapkan sebagai wilayah zona oren atau dengan kualitas tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Bantah Kualitas Udara Bengkulu Buruk, Gubernur : Coba Cek Alatnya

Terkait hal itu, Gubernur meminta agar alat tersebut diperiksa kembali.

Karena menurut Rohidin kualitas di termasuk baik bahkan selama dua tahun berturut-turut dinobatkan sebagai daerah dengan tingkat emisi terbaik.

Baca Juga :  Adu Kambing, 3 Orang Warga Seluma Luka Berat

“Coba cek lagi alat pemeriksa tersebut sebab pada 2021 dinobatkan sebagai daerah dengan emisi terbaik, kenapa dalam jangka satu tahun berubah menjadi lima wilayah dengan emisi terburuk,” kata Rohidin, Jumat (17/6/22).

Rohidin juga mempertanyakan lokasi pengecekan emisi oleh AQI, sebab jika jika alat tersebut diletakkan di pabrik pasti sangat berbahaya.

Serta selama dua tahun terakhir kondisi di tidak mengalami perubahan bahkan aktivitas masyarakat menurun serta beberapa pabrik tutup akibat pandemi .

Baca Juga :  Gubernur Rohidin Minta Bupati dan Walikota Masukkan Seluruh Honorer ke Database

“Bukannya kita tidak menyetujui informasi tersebut tapi dalam beberapa tahun terakhir kondisi emisi pencemaran di baik dan tidak masuk akal jika masuk dalam lima besar sebab tidak ada industri di ,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa rata-rata konsentrasi harian partikulat (PM 2.5) sebesar 9 uGR/M3 dengan kategori baik.

Baca Juga :  Demi Keamanan View Tower Lapangan Merdeka Akan di Bongkar

“Karena sekarang ini banyak lembaga yang melakukan pengamatan kualitas baik swasta atau negeri kami tidak bisa mengatakan informasi itu atau bukan,” terang Kasi Data dan Informasi BMKG , Anang Anwar. (Adv/red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News