Hukum  

Gerebek Rumah Bandar Narkoba, Polisi Dihadang Warga

Avatar Of Wared
Gerebek Rumah Bandar Narkoba, Polisi Dihadang Warga
Suasana Ketika Polisi Hendak Mengamankan Pelaku

Satujuang.com – Penggerebekan rumah seorang bandar berinisial JA, 31, di Binduriang Kabupaten , , pada Rabu (8/9/21) sekitar pukul 15.00 WIB diwarnai kericuhan.

Sejumlah warga yang tak terima karena ada keluarganya ikut diamankan polisi dari rumah bandar sempat melakukan perlawanan. Bahkan mobil polisi pun tak luput dari sasaran pelampiasan kemarahan warga dengan cara melemparinya menggunakan batu.

“Penggerebekan ini hasil dari pengembangan penangkapan bandar JA dan seorang wanita Wa,” kata Kapolres AKBP Puji Prayitno, S.IK.

Kronologi kejadian, diawali dengan penangkapan terduga bandar JA Rabu (8/9/21) sekitar pukul 15.00 WIB. Anggota Resintel Polsek PUT yang dipimpin Kapolsek PUT Iptu Tomy Sahri, telah melakukan penangkapan terhadap JA, dan Wa di Lintas Desa Ujan Panas Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten .

Baca Juga :  Jalan Rusak Kota Bengkulu Kembali Telan Korban, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia

Sekitar pukul 15.30 WIB, Polsek PUT di-backup Satreskrim, Satresnarkoba dan Satintel, Satuan Sabhara dan Polsek Sindang Kelingi Polres melakukan penggrebekan dan penggeledahan di rumah terduga bandar di Desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang. Hasilnya, polisi berhasil mengamankan barang bukti jenis - dan ekstasi, serta mengamankan enam warga yang berada di dalam rumah bandar.

Enam warga ini diduga sedang pesta . Masing-masing AJK (30), TCN (36), Fe (32), EJ (18), Ar alias Iwan (53) dan MB alias Mamat (30).

Baca Juga :  Tersinggung Omongan, Pria ini Habisi Rekan Kerjanya

Selain mengamankan barang bukti dan jenis ekstasi, polisi juga mengamankan senjata api rakitan mirip jenis Revolver beserta amunisi dan beberapa barang bukti lainnya terkait peredaran - milik para terduga.

Usai melakukan penggeledahan sekitar pukul 17.00 WIB, saat akan membawa 6 orang terduga yang diamankan tim gabungan dari rumah bandar JA, sejumlah warga Desa Simpang Beliti melakukan perlawanan dengan cara melempar batu ke mobil operasional Polsek Padang Ulak Tanding. Sehingga mengakibatkan kaca bagian belakang sebelah kiri pecah dan kaca bagian depan retak.

Baca Juga :  Anggota Dewan DPRD Provinsi Bengkulu Temui Massa Pendemo UU Omnibuslaw

Saat para tersangka akan diamankan, terang Kapolres Puji, sempat terjadi kericuhan karena pelaku sempat menghalangi. Bahkan beberapa oknum warga juga sempat memprovokasi sehingga terjadi aksi pelemparan batu ke arah petugas. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena tim gabungan dibantu personil bisa meredam suasana.

“Sempat memanas dan salah satu mobil kita sempat terkena lemparan batu, namun tidak sampai meluas dan saat ini kondisi sudah kondusif,” demikian kapolres.

Sumber: jpnn.com

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News