Jadi Sorotan Internasional, Tragedi 11 September Akan Terulang Kembali?

Avatar Of Tim Redaksi
Jadi Sorotan Internasional, Tragedi 11 September Akan Terulang Kembali? Vladimir Putin Umumkan Daftar Sebagai Calon Independen Dalam Pilpres Rusia 2024
Presiden Rusia, Vladimir Putin

Satujuang.com– Pernyataan eks Dmitry Medvedev terhadap Vladimir Putin menjadi sorotan internasional.

Hal itu lantaran pernyataannya mengenai ancaman (AS) terhadap serangan nuklir dan polemik tuntutan penangkapan Vladimir Putin, Senin (12/9).

Dalam unggahan Telegramnya, Dmitry Medvedev menyebut terancam menjadi target serangan nuklir seperti tragedi 11 September 2001.

Ia juga mengkritik arogansi dan narsisme negara-negara Barat, terutama dalam menyikapi .

Baca Juga :  Jenderal Rusia Ungkap Jumlah Pasukan Elitnya yang Jadi Korban

Pernyataan itu diutarakan Medvedev bertepatan dengan peringatan 22 tahun serangan teror yang terjadi di beberapa tempat di AS pada 11 September 2001 silam.

Pernyataan Medvedev itu pun diunggah oleh penasihat menteri dalam negeri , Anton Gerashchenko, dalam akun Twitternya.

“Medvedev memakai tragedi peringatan serangan 9/11 untuk membuat lebih banyak ancaman terhadap Barat. Retorika mantan dan pejabat negara saat ini menunjukkan bahwa memandang ancaman dan pemerasan sebagai metode diplomasi pilihan mereka,” ucap Gerashchenko dalam kicauannya.

Baca Juga :  Akibat Buang Limbah Nuklir ke Laut, Warga Jepang Dihantui Teror Telepon

Gerashchenko juga menyindir apakah Medvedev masih menggunakan produk Apple karena Medvedev yang terus mengancam Barat, tetapi masih gemar memakai produk buatan Barat seperti ponsel merk iPhone dari Apple tersebut.

Ini merupakan ancaman nuklir kesekian yang diucapkan Medvedev dalam beberapa waktu belakangan.

Baca Juga :  Percepat Capain Vaksinasi di Bengkulu, Binda Bengkulu sasar Mahasiswa dan Warga Binaan

Bulan lalu, ia membuat komentar serupa dengan menyebut AS dan negara-negara Barat lainnya mendorong dunia semakin dekat dengan Dunia III.

“Musuh-musuh kami harus berdoa kepada para prajurit kami agar mereka tidak membiarkan dunia terbakar nuklir,” kata Medvedev dalam unggahan di Telegram, Minggu (30/7).(cnn)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News