Hukum  

Pihak Kominfo Provinsi Bengkulu Diperiksa Kejati Bengkulu

Avatar Of Wared
Pihak Kominfo Provinsi Bengkulu Diperiksa Kejati Bengkulu
Ketua umum FPR, Rustam Efendi dan rekan saat diwawancarai wartawan di ruangan Kopi Jaksa Kejati Bengkulu, Kamis (14/12/23

Satujuang- Pihak diperiksa , pemeriksaan ini terkait laporan Lembaga Front Pembela Rakyat () tentang dugaan korupsi.

Kepala Dinas () , tampak keluar dari gedung kantor Kejati menggunakan pakaian pramuka usai diperiksa pihak pada Kamis (14/12/23).

Pihak Kominfo Provinsi Bengkulu Diperiksa Kejati Bengkulu

1 jam berselang, tampak salah seorang staf juga terlihat keluar dari gedung membawa beberapa berkas.

Informasi terhimpun, pihak Kominfotik Bengkulu datang ke kantor Kejati pada pukul 08.00 pagi dan terlihat keluar pada sekitar pukul 10.30 WIB.

Tiga hari sebelumnya, pada Senin (11/12), Ketua Umum (Ketum) lembaga , Rustam Efendi lebih dulu diperiksa oleh pihak selaku pelapor.

Baca Juga :  Dilaporkan Terima Suap dan Gratifikasi, Inspektorat Mukomuko Akan Panggil Kades Air Berau

“Masih penyelidikan awal, jadi belum banyak komentar,” sampai Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Pidsus , Danang Prasetyo.

Kata Danang, banyak yang dilaporkan oleh pihak dan materi salah satunya terkait dugaan korupsi di . Saat ini pihaknya sedang menindaklanjuti dan menelaah barang bukti yang telah diterima oleh .

“Kita tindaklanjuti dan telaah dulu kekuatan alat buktinya dan akan mengambil sikap, pemanggilan kepada pihak terkait pasti dilakukan dan terkait permasalahan dilaporkan terjadi di ,” terang Danang.

Baca Juga :  Jaga Warnet, Warga Manna Jadi Korban Curanmor

Disisi lain, Ketua Umum (Ketum) Rustam Efendi menyampaikan apresiasinya atas langkah cepat pihak dalam merespon laporan yang mereka masukkan.

“Kami sangat mengapresiasi pihak Kejati yang telah cepat memproses perkara yang kami laporkan, semoga ini menjadi salah satu langkah bersama kita untuk mewujudkan yang bersih dari perilaku korupsi,” sampainya ketika dimintai keterangan.

Diketahui bersama, Lembaga menggelar aksi untuk rasa di depan Kantor dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Selasa (21/11) lalu.

Baca Juga :  Laporan Anak Hilang, Polres Rejang Lebong Segera Lakukan Penyelidikan

Pada aksi tersebut, Bengkulu menyampaikan 14 tuntutan, salah satu poin pentingnya yaitu agar segera menindaklanjuti dugaan korupsi dana publikasi di Dinas Kominfo tahun anggaran 2022.

1 minggu sebelum melakukan aksi , tepatnya pada Rabu (15/11) pihak menyerahkan berkas laporan ke pihak terkait beberapa dugaan korupsi yang mereka ketahui. (Red)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News