Polemik RAB Pengadaan Ikan di Desa Danau Liang, Pihak Ketiga Bantah Terlibat

Avatar Of Yusnita
Polemik Rab Pengadaan Ikan Di Desa Danau Liang, Pihak Ketiga Bantah Terlibat
Anton (kiri), Pjs Kepala Desa Danau Liang (kanan)

Satujuang- Anton selaku suplayer pihak ketiga pengadaan ketahanan di beberapa desa di Kabupaten klarifikasi terkait beredar info dugaan dirinya sebagai pembuat RAB Desa Danau Liang.

“Itu hanya mis antara saya dengan Keuangan Desa Danau Liang,” ujar Anton, Senin (8/4/24).

Anton menjelaskan bahwa awalnya desa lah yang diminta untuk membuat RAB (Rencana Belanja) terkait pengadaan .

Namun menurutnya, pihak desa membuat RAB tidak sesuai dengan barang yang diminta.

“Saya menjelaskan bahwa RAB yang dibuat desa tidak sesuai dengan barang yang akan di pesan, ” imbuh Anton.

Baca Juga :  Perkokoh NKRI, Kirab Merah Putih Haul Habib Thoha Kembali Digelar

Karena desa belum mengetahui harga pasaran, sehingga pihak pemdes meminta saudara Anton menyampaikan/menawarkan RAB-nya dengan menyesuaikan harga barang yang akan di pesan.

“Bukan saya finalkan harga tersebut, saya hanya memberi penawaran harga atau RAB yang saya buat, dan mengajukan kepada mereka untuk mereka musyawarahkan, apakah bisa dana yang ada menyesuaikan dengan RAB yang saya ajuhkan,” ungkap Anton.

Baca Juga :  Tapal Batas Kaur Tengah dan Luas Makin Diperjelas, Kapolres Beri Instruksi Penyelidikan

Anton membantah dirinya membawa nama APH untuk melobi desa. Namun dirinya telah izin ke APH, Polres termasuk ke Kejaksaan termasuk Polsek dan Kecamatan selaku pemilik wilayah.

“Hanya izin, bukan membawa nama mereka, izin sebagai etika saya,” tegas Anton.

Diklarifikasi Pj Kades Danau Liang, Reki membantah bahwa bukan Anton yang membuat RAB pengadaan di Desa Danau Liang, melainkan desa sendiri yang membuatnya.

“Saudara Anton hanya menawarkan harga dari barang yang akan di beli, terkait ada yang mengatakan Anton yang ikut membuat RAB itu saya rasa tidak benar,” sampai Reki di kediamannya.

Baca Juga :  Pengerjaan Jalan Tamansari Pencapaian 95 Persen

Reki turut mempertanyakan mengapa mesti diributkan. Padahal bibit tersebut belum direalisasikan apalagi di anggarkan.

“Maksud kami desa dengan Anton ialah bermusyawarah terlebih dahulu, begitupun maksud Anton menawarkan RAB tersebut agar kami musyawarah lagi, bukan dia yang ikut buat RAB,” tutup Reki.(NT/FK)

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News