Opini  

Melihat Dunia dengan Mata Anak Disabilitas

Avatar Of Tim Redaksi
Melihat Dunia Dengan Mata Anak Disabilitas
ilustrasi anak sedang belajar

Penulis: Ayu Zunatalia

Satujuang– Sebagai seorang ibu yang memiliki penyandang disabilitas tunagrahita ringan, pandangan saya terhadap dunia mengalami transformasi yang mendalam.

Melihat Dunia Dengan Mata Anak Disabilitas

Pengalaman ini tidak hanya menciptakan pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi oleh disabilitas, tetapi juga membuka mata terhadap keindahan dan kekuatan yang seringkali terabaikan oleh masyarakat.

Satu dari sepuluh di seluruh dunia memiliki disabilitas, menurut data Organisasi Dunia (WHO).

Angka ini mencerminkan keragaman kondisi disabilitas yang melibatkan berbagai aspek, seperti fisik, sensorik, dan intelektual.

Namun, seringkali pandangan masyarakat tentang kehidupan disabilitas terbatas pada batasan ketidakmampuan, tanpa memperhatikan potensi dan daya juang yang mereka miliki.

Tantangan Sehari-hari

disabilitas seringkali dihadapkan pada tantangan sehari-hari yang tidak terlihat oleh banyak orang.

Dari aksesibilitas lingkungan hingga stigma , - ini harus menghadapi hambatan yang mungkin sulit dipahami oleh mereka yang tidak memiliki pengalaman langsung.

Salah satu fakta yang harus kita pertimbangkan adalah tantangan dalam mendapatkan akses bagi disabilitas.

Menurut laporan UNESCO, hanya sekitar 10% dengan disabilitas yang dapat mengakses dasar di negara-negara berkembang.

Ini menyoroti ketidaksetaraan yang masih ada dalam sistem global.

Baca Juga :  Seragam Gratis dari Pemkab Mukomuko, Busra: Saya Dukung Program Ini

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa masih ada banyak sekolah yang belum sepenuhnya ramah disabilitas, membuat proses belajar disabilitas menjadi lebih sulit.

Dari sini, kita dapat melihat perlunya perubahan dalam sistem untuk memastikan bahwa setiap , tanpa memandang kondisi fisiknya, memiliki akses yang setara terhadap berkualitas.

Namun, di balik tantangan yang dihadapi, melihat dunia dengan mata disabilitas membuka pintu untuk melihat kekuatan dan kreativitas yang luar biasa.

Banyak disabilitas yang memiliki bakat unik dan pandangan yang berbeda terhadap dunia.

Mereka sering kali mengembangkan keterampilan adaptasi yang tinggi dan kemampuan untuk melihat solusi di tengah-tengah kesulitan.

Sebagai ibu, saya sering kali menyaksikan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebutuhan disabilitas.

Menurut survei yang dilakukan oleh lembaga riset independen, masih banyak orang yang kurang memahami atau bahkan menghindari interaksi dengan individu yang memiliki disabilitas.

Meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat adalah langkah penting menuju inklusi yang lebih baik.

Sebagai ibu, saya telah menyaksikan ketekunan saya dalam menaklukkan rintangan.

Meskipun mungkin butuh waktu lebih lama atau memerlukan pendekatan yang berbeda, mereka menunjukkan kemampuan untuk berhasil dan berkembang.

Baca Juga :  Helmi Hasan, Walikota yang Menafkahi Janda, Tapi tak Ingin Menikahinya

Inilah yang harus menjadi fokus perhatian masyarakat — bukan hanya pada keterbatasan, tetapi pada potensi yang tidak terbatas.

Mengatasi Stigma

Kesejahteraan mental disabilitas adalah aspek yang sering diabaikan. Berdasarkan penelitian psikologis terkini, anak-anak dengan disabilitas memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kesejahteraan mental.

Oleh karena itu, perlu adanya dukungan lebih lanjut dari dan masyarakat untuk menyediakan layanan mental yang sesuai.

Salah satu aspek yang paling sulit dihadapi oleh anak disabilitas dan keluarganya adalah stigma yang masih ada.

Data dari lembaga mental menunjukkan bahwa banyak anak disabilitas mengalami isolasi dan diskriminasi, bahkan di lingkungan sehari-hari mereka.

Ini menciptakan lingkungan yang tidak ramah dan dapat merugikan perkembangan dan emosional anak-anak tersebut.

Dalam melihat dunia dengan mata anak disabilitas, kita perlu bersatu sebagai masyarakat untuk mengatasi stigma ini.

Edukasi publik dan promosi inklusivitas dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan setiap anak, tanpa memandang kondisi fisik atau kecacatan yang mungkin dimilikinya.

Sebagai ibu seorang anak disabilitas, saya merasa tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat.

Ini tidak hanya tentang menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi anak saya, tetapi juga tentang membuka mata orang lain terhadap keunikan dan potensi yang dimiliki setiap anak disabilitas.

Baca Juga :  Polri Jadilah Sapu yang Bersih

Dalam mengakhiri pandangan ini, mari kita bersama-sama melihat dunia dengan mata anak disabilitas.

Mari kita lihat keindahan dalam perbedaan, dan mari kita bersatu untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi setiap anak, tanpa terkecuali.

Melalui perjalanan saya sebagai ibu anak disabilitas, saya belajar untuk melihat keindahan dalam perbedaan. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk kebahagiaan atau prestasi.

Dengan masyarakat yang lebih inklusif, kita dapat menciptakan lingkungan di mana setiap anak, termasuk anak disabilitas, dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

Melihat dunia dengan mata anak disabilitas membuka cakrawala baru, penuh warna, dan berharga.

Data dan fakta membantu kita memahami tantangan yang dihadapi anak disabilitas, sementara perspektif pribadi saya sebagai ibu menyoroti keindahan dan kekuatan yang dimiliki setiap anak, tanpa memandang keterbatasan.

Mari bersama-sama bekerja menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil, di mana setiap anak memiliki tempatnya dan dapat meraih impian mereka.

 

Penulis adalah Ibu Rumah Tangga dengan Anak Penyandang Disabilitas Tunagrahita

Google News Satujuang

Dapatkan update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News